Senin, 11 April 2016
18.08
MENGKONEKSIKAN 4 BUAH ROUTER PADA JARINGAN DENGAN RIP
Gunakan
kabel Coopeer Straight-Through untuk menyambungkan Switch ke PC maupun
Switch ke router. Dan untuk menyambungkan Router ke Router kita harus
menggunakan kabel Serial DCE sebelum memasang kabel serial settinglah
routernya kita harus menambahkan portnya menggunakan WIC-2T
Pertamatentukanmasing-masing IP Address padasetiap PC
IP PC0 192.168.10.1 Gateway 192.168.10.254
IP PC1 192.168.10.2 Gateway 192.168.10.254
IP PC2 192.168.10.3 Gateway 192.168.10.254
IP PC3 192.168.20.1 Gateway 192.168.20.254
IP PC4 192.168.20.2 Gateway 192.168.20.254
IP PC5 192.168.20.3 Gateway 192.168.20.254
IP PC6 192.168.30.1 Gateway 192.168.30.254
IP PC7 192.168.30.2 Gateway 192.168.30.254
IP PC8 192.168.30.3 Gateway 192.168.30.254
IP PC9 192.168.40.1 Gateway 192.168.40.254
IP PC10 192.168.40.2 Gateway 192.168.40.254
IP PC11 192.168.40.3 Gateway 192.168.40.254
config-RIP tambahkan
-192.168.10.0
-192.168.20.0
-200.1.1.0
fastEthernet0/0
-ip address 192.168.10.254 subnet 255.255.255.0
serial0/1/0
-ip address 200.1.1.1 subnet 255.255.255.0
Kemudian setting router2
config-RIP tambahkan
-192.168.20.0
-200.1.1.0
-200.1.2.0
fastEthernet0/0
-ip address 192.168.20.254 subnet 255.255.255.0
serial0/1/0
-ip address 200.1.1.2 subnet 255.255.255.0
serial 0/1/1
--ip address 200.1.2.1 subnet 255.255.255.0
Kemudian setting router3
config-RIP tambahkan
-192.168.30.0
-200.1.2.0
-200.1.3.0
fastEthernet0/0
-ip address 192.168.30.254 subnet 255.255.255.0
serial0/1/0
-ip address 200.1.2.2 subnet 255.255.255.0
serial 0/1/1
--ip address 200.1.3.1 subnet 255.255.255.0
Kemudian setting router4
config-RIP tambahkan
-192.168.40.0
-200.1.2.0
-200.1.3.0
fastEthernet0/0
-ip address 192.168.40.254 subnet 255.255.255.0
serial0/1/0
-ip address 200.1.3.1 subnet 255.255.255.0
Finish :)
TUTORIAL DHCP BERBEDA KELAS
17.59
TUTORIAL KONEKSI JARINGAN DHCP BERBEDA KELAS
Dalam
Jaringan komputer, ip address terbagi menjadi 5 kelas. Kelas IP yang
sering kita lihat digunakan adalah kelas A, B dan C. Bagaimana jika kita
ingin mengkoneksikan 2 jaringan yang masing-masing menggunakan server
DHCP dengan kelas berbeda? Berikut ini langkah pengerjaannya :
pertama-tama buat jaringan seperti gambar diatas.
Tiap-tiap jaringan terdiri dari :
- 1 Server-PT untuk DHCP
Tiap-tiap jaringan terdiri dari :
- 1 Server-PT untuk DHCP
- 1 switch-PT
- 2 PC-PT
- Connection yang digunakan Copper Straight-Through dan dipasang pada port FastEthernet
Jaringan Pertama menggunakan kelas C
Setting Server untuk DHCP (klik server-config) :
- GLOBAL-Settings -> Gateway : 192.168.10.25 -> DNS Server : 200.200.200.1
- SERVICE-HTTP -> HTTP : off -> HTTPS : off
- SERVICE-DHCP -> service : on
-> Default Gateway dan DNS Server sama dengan Global-Settings
-> Start IP Address : 192-168-10-5
-> Subnet Mask : 255-255-255-0
-> Maximum number of Users : 10 (bebas)
-> Klik Save...
- INTERFACE-FastEthernet -> IP Address : 192.168.10.1 -> Subnet Mask : 255.255.255.0
Setting pada PC :
- klik PC -> Desktop -> IP configuration -> pilih DHCP
- tunggu beberapa saat jika sukses akan mendapat IP dari server DHCP
- jika failed -> klik Static -> klik DHCP lagi
- jika sudah, lakukan hal yang sama pada PC yang lain di jaringan yang sama
Lakukan test pinging pada salah satu PC dengan tujuan IP server dan IP PC yang lain
- klik PC -> Desktop -> Command Prompt
Jaringan Kedua menggunakan kelas B
Cara penyetingan sama, tapi menggunakan :
- Gateway / Default Gateway -> 172.16.40.254
- DNS Server -> 220.220.220.1
- IP Address -> 172.16.40.1
- Subnet Mask -> 255.255.0.0
- Start IP address -> 172.16.40.5
- Number of users -> 10 (bebas)
-pasang IP di kedua komputer switch B
- Lakukan test pinging
· tambahkan sebuah Router-PT seperti gambar dibawah :
· hubungkan switch jaringan pertama (kelas C) pada FastEthernet0/0 pada Router-PT dengan Copper Straight-Through
· hubungkan switch jaringan kedua (kelas B) pada FastEthernet1/0 pada Router-PT dengan Copper Straight-Through
Setting pada Router-PT (klik router) :
- ROUTING-Rip -> masukkan netID : 192.168.10.0 -> klik add
-> masukkan netID : 172.16.0.0 -> klik add
- ROUTING-Rip -> masukkan netID : 192.168.10.0 -> klik add
-> masukkan netID : 172.16.0.0 -> klik add
-> Bandwidth dan Duplex : Auto
-> IP Address : 192.168.10.254
-> Subnet Mask : 255.255.255.0
- INTERFACE-FastEthernet1/0 -> Port Status : on
-> Bandwidth dan Duplex : Auto
-> IP Address : 172.16.40.254
-> Subnet Mask : 255.255.0.0
- GLOBAL-Settngs -> save
biasanya pada test pinging lintas jaringan baris replay pertama kadang RTO (request time out), tapi pada baris replay berikutnya pasti bisa, dan jika dilakukan test pingin ulang pasti sukses...
TUTORIAL KONFIGURASI DHCP
17.41
CARA KONFIGURASI ROUTER RIP ( DHCP )
CARA-CARA MEMBUAT KONFIGURASI ROUTER RIP DI CICSO PACKET TRACER :
- buatlah seperti gambar berikut :
- kemudian kita tentukan IP ADDRESS pada masing-masing alamat
- IP PC4 -->10.10.10.2 GATEWAY --> 10.10.10.1
- IP PC6 -->10.10.10.3 GATEWAY --> 10.10.10.1
- IP PC7 -->10.10.10.4 GATEWAY --> 10.10.10.1
- IP PC0 -->10.10.10.5 GATEWAY --> 10.10.10.1
- IP PC1 -->11.10.10.2 GATEWAY --> 11.10.10.1
- IP PC8 -->11.10.10.3 GATEWAY -->11.10.10.1
- IP PC9 -->11.10.10.4 GATEWAY -->11.10.10.1
- IP PC2 -->11.10.10.5 GATEWAY -->11.10.10.1
- IP PC3 -->12.10.10.2 GATEWAY -->12.10.10.1
- IP PC10 -->12.10.10.3 GATEWAY -->12.10.10.1
- IP PC11 --> 12.10.10.4 GATEWAY -->12.10.10.1
- IP PC5 -->12.10.10.5 GATEWAY --> 12.10.10.1
- setelah IP PC telah kita masukan sekarang kita tinggal konfigurasi router di sini ada 3 router yaitu :
- router0
- router1
- router2
- sekarang kita klik router0 , maka akan muncul seperti di bawah ini :
console router0 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju switch)
#ip add 10.10.10.1 255.0.0.0 (gateway router0)
#no sh (aktifkan port )
#int se 2/0 (port menuju router1)
#ip add 192.168.10.10 255.255.255.0
#clock rate 64o00
#band 64
#no sh
#ex
#router rip
#net 10.10.10.1
#net 192.168.10.10
#ex
#^z (ctrl+z)
console router1 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju switch)
#ip add 11.10.10.1 255.0.0.0 (gateway router1)
#no sh (aktifkan port )
#int se 2/0 (port menuju router0)
#ip add 192.168.10.12 255.255.255.0
#clock rate 64o00
#band 64
#no sh
#ex
#int se 3/0 (port menuju router2)
#ip add 200.168.10.10 255.255.255.0
#clock rate 64000
#band 64
#no sh
#ex
#router rip
#net 11.10.10.1
#net 192.168.10.12
#net 200.168.10.10
#ex
#^z (ctrl+z)
console router2 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju switch)
#ip add 12.10.10.1 255.0.0.0 (gateway jakarta)
#no sh (aktifkan port )
#int se 2/0 (port menuju router1)
#ip add 200.168.10.12 255.255.255.0
#clock rate 64o00
#band 64
#no sh
#ex
#router rip
#net 12.10.10.1
#net 200.168.10.12
#ex
#^z (ctrl+z)
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
TUTORIAL RAOUTING OSPF
17.41
ROUTING OSPF
Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.
OSPF termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.
Cara Kerja OSPF
Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip kerja dari OSPF:
Setiap router membuat Link State Packet (LSP)
Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area.
Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.
Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.6
LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek.
Konfigurasi OSPF - Backbone Area
OPSF merupakan protokol routing yang menggunakan konsep hirarki routing, dengan kata lain OSPF mampu membagi-bagi jaringan menjadi beberpa tingkatan. Tingakatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan yaitu area.
OSPF memiliki beberapa tipe area diantaranya:
Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung dengan backbone secara logikal.
Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0 (Backbone area).
Stub Area -> Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise external route (digantikan default area).
Not So Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari router yang masih dalam 1 area.

console router1 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju PC)
#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0
#no sh (aktifkan port )
#int se 2/0 (port menuju router2)
#ip add 172.16.3.1 255.255.255.252
#band 64
#no sh
#ex
#int se 3/0 (port menuju router3)
#ip add 192.168.10.6 255.255.255.252
#clock rate 64000
#band 254
#no sh
#ex
#^z (ctrl+z)
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.
OSPF termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.
Cara Kerja OSPF
Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip kerja dari OSPF:
Setiap router membuat Link State Packet (LSP)
Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area.
Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.
Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.6
LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek.
Konfigurasi OSPF - Backbone Area
OPSF merupakan protokol routing yang menggunakan konsep hirarki routing, dengan kata lain OSPF mampu membagi-bagi jaringan menjadi beberpa tingkatan. Tingakatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan yaitu area.
OSPF memiliki beberapa tipe area diantaranya:
Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung dengan backbone secara logikal.
Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0 (Backbone area).
Stub Area -> Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise external route (digantikan default area).
Not So Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari router yang masih dalam 1 area.
Cara Konfigurasi Routing OSPF Melalui Cisco Packet Tracer
Buatlah skema seperti di gambar
Kemudian kita tentukan IP Address pada masing masing PC:
- PC0 -->172.16.1.10 GATEWAY-->172.16.1.1 SUBNET MASK --> 255.255.255.0
- PC1 -->172.16.2.10 GATEWAY-->172.16.2.1 SUBNET MASK -->255.255.255.0
- PC2 -->192.168.1.10 GATEWAY-->192,168.1.1 SUBNET MASK -->255.255.255.0
- Router1
- Router2
- Router3
console router1 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju PC)
#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0
#no sh (aktifkan port )
#int se 2/0 (port menuju router2)
#ip add 172.16.3.1 255.255.255.252
#band 64
#no sh
#ex
#int se 3/0 (port menuju router3)
#ip add 192.168.10.5 255.255.255.252
#band 256
#no sh
#ex
#^z (ctrl+z)
console router2 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju PC)
#ip add 172.16.2.1 255.255.255.0
#no sh (aktifkan port )
#band 256
#no sh
#ex
#^z (ctrl+z)
console router2 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju PC)
#ip add 172.16.2.1 255.255.255.0
#no sh (aktifkan port )
#int loopback 1
#ip add 10.1.1.1 255.255.255.252
#int se 2/0 (port menuju router1)
#int se 2/0 (port menuju router1)
#ip add 172.16.3.2 255.255.255.252
#band 64
#no sh
#ex
#int se 3/0 (port menuju router3)
#ip add 192.168.10.9 255.255.255.252
#band 1024
#no sh
#ex
#^z (ctrl+z)
console router3 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju PC)
#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
#no sh (aktifkan port )
#int se 2/0 (port menuju router2)
#ip add 192.168.10.10 255.255.255.252
#clock rate 64000
#band 64
#no sh
#ex
#int se 3/0 (port menuju router1)#band 64
#no sh
#ex
#int se 3/0 (port menuju router3)
#ip add 192.168.10.9 255.255.255.252
#band 1024
#no sh
#ex
#^z (ctrl+z)
console router3 :
>en
#conf t
#int fa 0/0 (port menuju PC)
#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
#no sh (aktifkan port )
#int se 2/0 (port menuju router2)
#ip add 192.168.10.10 255.255.255.252
#clock rate 64000
#band 64
#no sh
#ex
#ip add 192.168.10.6 255.255.255.252
#clock rate 64000
#band 254
#no sh
#ex
#^z (ctrl+z)
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
17.40
LANGKAH - LANGKAH ROUTING JARINGAN BEDA KELAS MENGGUNAKAN PAKET TRACKER
Dalam Jaringan komputer, IP Address terbagi menjadi 5 kelas. Kelas IP yang sering digunakan
adalah kelas A, B dan C sedangkan kelas D dan E hanya digunakan untuk keperluan
penelitian. Sebelum memulai routing kita harus mempersiapkan dahulu simulasi routing dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 2 Workstation, 2 Switch, 1 Router dan 6 PC (Disesuaikan).

Langkah - langkah :
- Susun perangkat seperti gambar di atas lalu hubungkan semuanya menggunakan kabel Copper Straight Through.
- Siapkan IP Address yang akan digunakan untuk routing yaitu IP untuk kelas B, IP untuk kelas C dan IP untuk masing-masing PC seperti gambar dibawah ini.
- Jika semua IP yang akan digunakan telah diisi selanjutnya kita melakukan konfigurasi router melalui CLI Cisco IOS. Cisco IOS (Internetwork Operating System) adalah sistem operasi yang berfungsi menjalankan dan mengontrol Router dan beberapa Switch milik Cisco. Dengan adanya IOS, sistem operasi pada Switch/Router Cisco, segala sesuatu di dalamnya dapat dengan mudah diatur oleh manusia untuk tujuan tertentu (manageable). Pada perangkat lunak Cisco Packet Tracer juga terdapat simulasi IOS dalam bentuk CLI (Command Line Interface).
- Klik router pertama untuk masuk ke jendela properties lalu pilih tab CLI.

- Ketik “n” pada prompt, Continue with configuration dialog? [yes/no]: agar IOS langsung masuk ke CLI.
- Tekan tombol “ENTER” ketika tulisan "Press RETURN to get started!" muncul. Anda akan langsung dialihkan ke prompt router setelah proses ini.
- Masuk ke mode privileged dengan cara ketik “enable” setelah prompt Router. Apabila tanda “>” pada prompt telah berubah menjadi tanda “#” artinya anda sudah memasuki mode privileged.
- Untuk kembali ke user mode, tinggal mengetikkan perintah “disable".
- Untuk keluar dari console, ketikkan perintah “logout”
- Konfigurasi router dengan memasukkan IP kelas A pada interface fastethernet 0/0 dan IP kelas C pada interface fastethernet 0/1.
#IP Address 128.128.16.0 255.255.0.0
#no shutdown
#interface Fastethernet0/1
#IP Address 192.168.1.1 255.255.0.0
#no shutdown
- Setelah
kita mengkonfigurasi
router, selanjutnya kita berikan IP pada PC kelas B dan kelas C.
Double-klik pada PC lalu pilih tab Desktop, pilih IP configuration
dan lakukan setting IP seperti gambar.

- Default Gateway yang dimasukkan harus sama dengan IP kelas, lakukan hal yang sama pada semua PC.
- Uji koneksi dari routing table Router0, masuk ke Command Prompt salah satu PC lalu ketik “Ping (IP Address yang dituju)” dari host satu ke host lainnya. Apabila sudah mendapat reply artinya konfigurasi routing anda sudah berhasil.

Langganan:
Postingan (Atom)





















